Selasa, 13 Desember 2016

Adiwiyata Mandiri



Yapss, belum lama ini SMA Negeri 3 Boyolali kembali meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri untuk Tahun 2016, dan SMA Negeri 3 Boyolali adalah satu-satunya SMA di Boyolali yang dapat meraih penghargaan sebagai Adiwiyata Mandiri. Penyerahan piala oleh Presiden yang diwakili oleh Menteri Lingkungan Hidup bertepatan dengan Peringatan Hari Lingkungan Hidup Se-Dunia 2016 Tingkat Nasional di Kabupaten Siak Riau, Jum'at 22 Juli 2016. Adiwiyata Mandiri adalah penghargaan tertinggi di bidang lingkungan hidup yang diberikan kepada SMA N 3 Boyolali yang dinilai berbudaya lingkungan. SMA N 3 Boyolali mendidik siswa-siswi dan warga sekolah lainnnya menjdi priadi yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelola lingkungan hidup.
Tidaklah mudah untuk dapat meraih penghargaan tersebut, banyak sekali usaha-usaha yang di lakukan oleh Guru, Karyawan, maupun para siswa, seperti tepat dalam membuang sampah yakni memisahkan sampah sesuai dengan jenisnya masing-masing contoh paling mudah adalah memisahkan antara sampah organik dan sampah anorganik, selain itu kita juga berusaha untuk meminimalisir penggunaan plastik disekolah dan beralih untuk menggunakan daun untuk membungkus makanan. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oelh warga SMA N 3 Boyolali pun tidaklah sia-sia karena SMA N 3 Boyolali ini berhasil mendapat predikat sebagai sekolah Adiwiyata Mandiri.

Fasilitas di SMA 3 Boyolali


Hai hai.... kali ini saya akan sedikit memberitahu apa saja fasilitas-fasilitas yang ada di SMA N 3 Boyolali, di setiap ruang masing-masing
  • Yang pertama adalah fasilitas yang ada ditiap kelas seperti meja kursi siswa (pastinya), papan tulis, mading dilengkapi dengan LCD, Komputer yang sudah terkoneksi Internet, untuk memudahkan siswa mengakses materi pembelajaran dari Internet, dan lain sebagainya.
  • Kedua di Ruang Guru, dilengkapi dengan komputer yang sudah terkoneksi Internet, digunakan untuk Guru-guru mencari materi pembelajaran dan mengupload materi ke Internet.
  • Kemudian di Ruang Kepala Sekolah pun juga sudah dilengkapi dengan Komputer yang sudah terkoneksi ke Internet. Selanjutnya ada  Ruang Multimedia dan Ruang Lab Komputer yang di situ sudah berjajar rapi komputer-komputer yang dapat digunakan oleh para siswa maupun guru, dan juga sudah terkoneksi ke jaringan Internet. 
  • Selanjutnya yakni Ruang perpustakaan yang akan dilengkapi dengan fasilitas perpustakaan digital, serta operasional yang dilakukan secara system elektronik

MPK SMAGA



Ada berbagai organisasi di SMA 3 Boyolali salah satunya adalah MPK. MPK merupakan organisasi tertinggi yang ada di SMA 3 Boyolali. MPK adalah salah satu organisasi kesiswaan yang resmi dan wajib ada di SMA/MA bersama-sama dengan Pembina MPK dan OSIS. Majelis Permusyawaratan Kelas (MPK) adalah Pengawas Kebijakan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) yang berperan penting dalam suatu sekolah. Di SMA 3 Boyolali MPK beranggotakan 4 orang yakni 2 orang ketua dan 2 orang sekretaris . Namun sesuai dengan artinya sendiri yakni Majelis Permusyawaratan Kelas atau Majelis Perwakilan Kelas maka MPK juga beranggotakan ketua maupun wakil ketua di setiap kelas mulai dari kelas X – XII, namun mereka bukanlah inti pada organisasi MPK itu sendiri

PMR SMAGABOY

PMR



Salah satu organisasi yang tak kalah populer  adalah PMR atau Palang Merah Remaja, pasti diantara kalian sudah tidak asing lagi mendengar istilah tersebut. Ikut dalam PMR memberikan banyak pengetahuan dan keterampilan yang selalu dibutuhkan kapan saja. Kita dapat mempraktekkan banyak hal yang dipelajari di PMR seperti pola hidup sehat, menjaga kebersihan dan kesehatan, tidak panik bila terjadi kedaruratan hingga menangani pertolongan pertama pada kecelakaan untuk mencegah hal-hal yang lebih berbahaya. 
Begitupun dengan PMR yang ada di SMA Negeri 3 Boyolali . Pranadipa Wira Smaga adalah nama organisasi PMR. Di Smaga PMR bertugas untuk menolong siswa yang pingsan saat sakit dan pingsan saat upacara. Selain tim PMR smaga juga mengadakan event yang tidak kalah seru dan menarik seperti donor darah,baksos,seminar kesehatan, dan mengikuti lomba-lomba tingkat karesidenan.
Salah satu event rutin dari PRANADIPA WIRA SMAGA yaitu Donor Darah. Kegiatan Donor Darah yang dilakukan setiap 3 bulan sekali di SMA Negeri 3 Boyolali ini bekerjasama dengan PMI Kab. Boyolali, nggak hanya Donor darah tetapi ada banyak event PMR di SMA Negeri 3 Boyolali yang dibantu oleh PMI.
Mereka yang dapat mengikuti kegiatan donor darah sayaratnya harus berusia minimal 17 tahun dan dalam keadaan sehat.

PASKIBRA



Adhiyodha Paskindra adalah nama paskibra di SMA 3 Boyolali. yang memiliki arti Pasukan Tangguh Bagaikan Burung Garuda. Tiap tahunnya sekolah mengirimkan siswa - siswi yang ikut organisasi ini untuk mengikuti seleksi Paskibra Kabupaten (PASKAB) dan juga Paskibra daerah (PASDA). Paskibra dapat melatih mental dan juga fisik loh, selain itu juga dapat melatih rasa nasionalisme dan patriotisme terhadap negara kita tercinta. Paskibra juga melatih korsa, yaitu kebersamaan dann kekeluargaan. Jadi, kita dapat merasakan apa yang teman kita juga rasakan
Paskibra juga mempunyai banyak sekali prestasi, sehingga sering juga menyetorkan piala ke sekolah.

Duta Seni Pelajar Boyolali 2016









Duta Seni 2016


 
Bapak Bupati Boyolali Seno Samodra pernah mengungkapkan sebuah kalimat “Kulepaskan Panah di Kancah Internasional” kepada calon peserta Duta Seni dan Misi Kebudayaan Boyolali 2016 yang akan dilaksanakan di Eropa Timur. Pada tahun ini ada 426 siswa siswi pelajar Boyolali mengikuti yang seleksi pemilihan Duta Seni Pelajar Boyolali yang dilaksanakan di Pendopo Ageng Boyolali. Pada pemilihan ini akan dilakukan 3 babak yaitu pada babak pertama adalah tes tertulis. Setelah itu pada babak kedua adalah tes bakat dan wawancara. Kemudian pada babak terakhir adalah karantina yang dilaksanakan di Selo, Boyolali. Dari berbagai tahap tersebut telah terpilih 16 peserta Duta Seni yang akan dikirim ke Eropa Timur dan dari SMA N 3 Boyolali  terpilih 2 orang siswa yaitu Ayang Fadhla dan Chintia Kusuma Dewi. Pada bulan agustus kemarin tim Duta Seni Pelajar Boyolali dikirim ke Dubai dan Rusia untuk memperkenalkan kebudayaaan Indonesia terutama yang berasal dari kota Boyolali ke Kancah Internasiona

DEWAN AMBALAN



organisasi selanjutnya yang akan kita bahas adalah Dewan Ambalan. Tahukah anda tentang dewan ambalan itu? dalam pengertian yang ada dalam Gerakan Pramuka Ambalan berarti : Tempat, wahana, wadah untuk berkumpulnya para Penegak guna mengolah jiwa, berlatih, berkarya, bermusyawarah dan bermufakat untuk menggarap kegiatannya. Sedangkan yang dimaksud Organisasi Ambalan Penegak menurut Gerakan Pramuka yaitu susunan penataan anggota Ambalan dan kepengurusannya yang terdapat pada setiap Ambalan Penegak untuk mengatur semua anggotannya.

Dewan  Ambalan adalah suatu wadah pembinaan kepemimpinan yang terdiri dari para Pramuka Penegak yang sudah dilantik yang bertugas merencanakan, mengelola dan menggerakan kegiatan di Ambalan, serta
untuk mengambangkan kepemimpinan di Ambalan dan menjalankan roda organisasi.

Nama ambalan yang berpangkalan di SMA N 3 Boyolali adalah "Gadjah Mada Dewi Sartika” disingkat GaMaDeSa...
Dalam Dewan Ambalan terdiri dari beberapa struktur organisasi yang tertinggi adalah Pradana Putra dan Pradana Putri, Pradana bertugas selayaknya ketua didalam organisasi. Lalu kenapa ada 2 ketua? karena di dalam pramuka terdapat satuan terpisah sehingga memiliki 2 Pradana yakni Putra dan Putri.

Tidak hanya Pradana, dalam Dewan ambalan juga terdapat jabatan lain seperti:
- Pemangku adat atau juru adat (Jurdat) = bertugas memperhatikan dan menjaga adat yang telah menjadi tradisi Ambalannya.
- Kerani = layaknya sekretaris dalam sebuah organisasi dan pengadministrasian Ambalan.
- Juru Harta (Jurhat) atau Juru Uang (Jurang) = bertugas menjaga keuangan atau biasa disebut Bendahara dalam sebuah organisasi
- Giat Operasional (GO) = si perancang acara dalam setiap event yang diadakan Dewan Ambalan
-Teknik kepramukaan (Tekpram) = pengaplikasian di dalam event yang sebelumnya telah dirancang oleh GO, apabila GO yang merancang acara maka tekpramlah yang mengisi kegiatan di dalam acara tersebut
- Penelitian dan Evaluasi (Litev) =  tugasnya adalah mengevaluasi setiap kegiatan Dewan ambalan, nah.. apabila ada yang perlu di evaluasi dan diperbaiki maka itulah tugas Litev untuk mengevaluasinya dan memberikan saran serta jalan keluar agar hal yang kurang baik tak terjadi lagi
- Sarana dan Prasarana (Sarpras) = menyiapakan dan menyediakan barang yang diperlukan didalam  kegiatan yang diadakan oleh dewan ambalan.
- Bimbingan dan Pengembangan (BInbang)  = Tugasnya untuk mencari informasi dan menyebarkan informasi, hubungan dengan masyarakat, mencari rute, serta pelancar suatu acara.
Sekian informasi tentang organisasi Dewan Ambalan